Punya Track Rekord Buruk Bidang Ketenagakerjaan, Buruh Ancam Tolak Tengku Erry Jadi Cagub Sumut

Medan, KSPI- Kalangan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara mengancam tidak memberi dukungan bahkan menolak rencana pencalonan kembali Tengku Erry Nuradi dalam pencalonan Gubernur Sumatera Utara pada pemilu 2018 mendatang. 

Kecaman ini di sampaikan Willy Agus Utomo, Ketua FSPMI Sumut , ada pun alasan tersbut, telah terjadi penindasan terhadap buruh  di perusahaan PT.PSU yang merupakan perkebunan milik Pemerintah Provinsi Sumut yang terletak di Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara.

Adapun,  bentuk penindasan yang terjadi kata Willy yakni,  pemberangusan pembentukan serikat pekerja, khususnya yang di alami oleh anggota FSPMI.

” Direktur dan Managemen PT PSU melakukan Intimidasi pada puluhan anggota FSPMI,  dan  tiga orang pekerja yang merupakan Pengurus PUK SPAI FSPMI PT PSU , awalnya di mutasi dan ketika di tolak saat ini mereka di PHK” beber Willy di dampingi Sekretarisnya Tony Rikson Silalahi, Senin (8/5/17).

Mutasi di lakukan sangat tidak beralasan,  selain jauh di tempatkan ke luar Kota tepatnya di Kabupaten Mandailing Natal,  setelah perusahaan mengetahui para pekerja membentuk FSPMI.

” Kami Heran,  perusahaan milik pemerintah kenapa bertindak seperti pengusaha swasta. Kita minta pertangung jawaban Gubernur Sumut sebagai pimpinan tertinggi badan usaha milik daerah (BUMD) itu” tegasnya.

Besok Selasa 9 Mei 2017, lanjut Willy FSPMI Sumut juga akan menggelar aksi unjuk rasa,  dengan mendatangai kantor Gubernur Sumut. Adapun tuntutan FSPMI Sumut yakni, tolak mutasi dan PHK terhadap tiga orang pengurus PUK SPAI FSPMI PT. PSU, berikan kebebasan berserikat kepada buruh perkebunan PT. PSU dan copot Direktur PT PSU dari jabatanya.

” Jika besok Gubsu Tengku Erry tidak bisa menuntaskan persoalan perburuhan di PT PSU,  maka pada Pilgub mendatang kami akan kampanyekan tolak dukungan kepadanya” ketusnya. 

Tidak hanya itu,  rencananya besok para buruh juga akan membuat pengaduan tindak pidana ke kepolisian Polda Sumut terkait pemberangusan serikat pekerja di perusahaan milik pemprovsu ini. 

” Kita akan laporkan hal ini ke Polda,  terkait tindak pidana kejahatan sesuai pasal 28 Jo pasal 43 UU 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja – serikat buruh. Ancaman 1-5 Tahun Penjara bagi Direktur dan Manajemen PT. PSU” tutupnya.


Comments

comments