Visi & Misi

kspiTujuan berdirinya KSPI menurut Pasal 7 Anggaran Dasar KSPI, adalah  :

(1) Terhimpunnya federasi-federasi serikat pekerja dan terciptanya kesetiakawanan serta tali persahabatan diantara sesama serikat pekerja, baik secara nasional maupun secara internasional.

(2) Terciptanya KSPI dan afiliasi yang sehat, kuat, demokratis, independen, professional dan bertanggungjawab.

(3) Terciptanya penegakan hukum dan perlindungan HAM di dalam seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

(4) Terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi pekerja khususnya serta rakyat Indonesia pada umumnya, dengan mengaktualisasikan perintah Konstitusi, khususnya Pasal 27, Pasal 28 D ayat (1) dan ayat (2), Pasal 28H ayat (3) dan Pasal 33 ayat (1) Amandemen Keempat UUD 1945. (5) Terciptanya kehidupan dan penghidupan dan demokratis dan berkeadilan dalam hubungan industrial dengan membela serta melindungi hak dan kepentingan afiliasi.

Saat ini Federasi Afiliasi KSPI adalah: (1) FSP FARKES Reformasi, (2) FSP Kahutindo, (3) FSP Pariwisata Reformasi, (4) ASPEK Indonesia, (5) FSP Kimia, Energi dan Pertambangan, (6) FSPMI, (7) FSP PPMI, (8) FSP ISI dan (9) PB PGRI.

Berdasarkan hasil Kongres ketiga di Bogor pada Januari 2012, Platform perjuangan KSPI terdiri dari 15 Prinsip Dasar, 9 Program Aksi, 5 Pilar Utama, 10 Strategi dan 7 Isu Prioritas.

15 Prinsip Dasar itu adalah:

(1)         UUD 1945 adalah dasar dari Politik Perburuhan Indonesia.

(2)         Tingginya angka pengangguran

(3)         Lemahnya Sistem Jaminan Sosial

(4)         Upah Minimum yang tidak layak

(5)         Dampak dari kebijakan upah minimum adalah kemiskinan dan keterbelakangan struktural

(6)         Hukum perburuhan tidak sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945

(7)         UU No 21 Tahun 2000 yang melindungi kekebasan berserikat belum diimplementasikan

(8)         Kelemahan law enforcement berdampak pada keanggotaan serikat

(9)         8 Tujuan MDG’s

(10)     4 Pilar Pakta Kerja Global Indonesia

(11)     8 Prinsip Pakta Kerja Global Indonesia harus diimplementasikan

(12)     Mengoptimalkan peran KSPI dalam pembangunan Indonesia

(13)     KSPI dan afiliasinya harus bergerak dengan cepat dan kompak

(14)     Pemerintah harus mengambil bagian dalam melindungi pekerja

(15)     KSPI dan afiliasinya harus berperan aktif dalam mengantisipasi dampak dari AFTA pada 1 Januari 2015.

9 Program Aksi KSPI adalah:

(1) Organisasi. Program aksinya adalah meningkatkan keanggotaan baru dan verifikasi secara berkala; meningkatkan kualitas kartu keanggotaan untuk perlindungan anggota secara legal; meningkatkan kerjasama antar konfederasi; membentuk dan memperkuat perwakilan KSPI di tiap provinsi; membentuk dan memperkuat komite perempuan; merencanakan, melaksanakan dan menegakkan aturan KSPI.

(2) Treasure dan Keuangan. Untuk meningkatkan rencana kerja KSPI, setiap afiliasi harus membayar iuran setiap bulan; treasure dan vice treasure harus meningkatkan keuangan KSPI dari sumber-sumber lain dengan aktivitas ekonomi seperti koperasi; memonitor, mengevaluasi dan memperbarui program kerjasama dengan donor; membuat laporan keuangan untuk audit internal dan ekternal.

(3) Pendidikan, Pelatihan dan Kaderisasi meliputi: membuat silabus pelatihan, pendidikan dan sistem regenerasi; membuat database, daftar kader dan afiliasi untuk meningkatkan kompetensi, membangun dan meningkatkan pelatihan dan pendidikan hukum, politik, ekonomi dan Informasi Teknologi.

(4) Hubungan Industrial. Program aksinya meliputi: meningkatkan implementasi hubungan industrial untuk meningkatkan kesejahteraan anggota KSPI dan keluarganya serta seluruh warga negara Indonesia, mengimplementasikan dialog sosial yang produktif dan inovatif, membentuk tim bantuan hukum dan konsultasi dengan memberdayakan anggota dan kader.

(5) Upah, Jaminan Sosial dan Kesejahteraan. Program aksinya meliputi studi dan analisis sistem pengupahan nasional dan juga menciptakan konsep dan reformasi upah, memberdayakan anggota dan afiliasi KSPI dalam dewan pengupahan nasional dan daerah, memperjuangkan standard upah untuk mencapai upah layak, mengorganisir buruh sektor informal termasuk buruh migrant dan pekerja domestik, menganalisis dan melakukan studi mengenai kebijakan ekonomi global.

(6) Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan. Program aksinya meliputi: mendorong berdirinya komite K3 dan Lingkungan, meningkatkan law enforcement dari K3 dan Lingkungan, menempatkan dan memberdayakan anggota KSPI dalam DK3N, menciptakan program pendidikan mengenai K3, mensosialisasikan aturan-aturan mengenai K3 dengan kampanye nasional.

(7) Penelitian dan pengembangan. Program aksinya meliputi: mengimplementasikan kerjasama dengan universitas untuk training tentang riset dan pengembangan bagi anggota KSPI, mengimplementasikan hasil riset berdasarkan kebutuhan KSPI, mempublikasikan hasil penelitian kepada seluruh anggota KSPI.

(8) Publikasi dan Hubungan Kemasyarakatan. Program aksinya meliputi sosialisasi keputusan-keputusan kongres KSPI, mempromosikan kegiatan-kegiatan KSPI melalui media cetak dan media elektronik di tingkat lokal, nasional dan internasional. Membuat newsletter KSPI dan membuat website KSPI.

(9) Internasional. Program aksinya meliputi: meningkatkan kerjasama yang sudah ada dan membangun kerjasama baru dengan GUF dan konfederasi lain, mengirimkan kader potensial untuk mengikuti pelatihan-pelatihan di tingkat internasional, berkontribusi secara aktif dalam lembaga-lembaga internasional.

Adapun 5 Pilar Utama KSPI adalah: (1) Pusat Pendidikan/ Pelatihan, (2) Koperasi, (3) Pusat Studi Hukum, (4) Pusat Komunikasi dan Informasi serta (5) Pelatihan dan Penguatan Kader Politik.


Be the first to comment

Leave a Reply