Peringatan May Day 2018, Buruh Suarakan 2019 Ganti Presiden ?

Jakarta,KSPI – Kegagalan pemerintah Jokowi dalam hal mengelola negara dalam hal ekonomi maupun hukum seperti harga sembako yang mahal, biaya listrik dan BBM yang semakin naik, terlalu banyak impor, kegagalan menyediakan lapangan kerja sementara TKA ilegal merajalela, kriminalisasi aktifis, ketidakadilan dalam proses hukum hingga utang negara yang menggunung membuat geram rakyat termasuk buruh.

Kekecewaan masyarakat salah satunya diekspresikan dalan bentuk tagar atau seruan yang menyuarakan #2019GantiPresiden.

Sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai bahwa pemerintahan Jokowi – JK gagal mensejahterakan kaum buruh.

Indikatornya adalah turunnya daya beli akibat kebijakan upah murah melalui PP 78/2015.

PP 78/2015 merupakan bagian dari paket ekonomi Jokowi – JK yang memanjakan para investor.

Selain itu Maraknya gelombang PHK , salah satu penyebabnya adalah daya beli yang menurun akibat upah murah melalui penerapan PP 79/2015.

Baca juga :

Jutaan Buruh Belum Naik Gaji Akibat Kebijakan Upah Murah Jokowi

Katanya Dananya Ada, Uangnya Ada, Tapi Utang Tembus Rp 7.000 Triliun

2017 Adalah Tahun Kegagalan Pemerintahan Jokowi-JK Mensejahterakan Kaum Buruh

” Hal ini merupakan fakta, bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa mengangkat daya beli, tetapi hanya membuka ruang kemudahan untuk berinvestasi. Tidak diiringi dengan kebijakan peningkatan daya beli. Maka yang terjadi adalah penurunan konsumsi, itulah yang menyebankan terjadinya PHK besar-besaran ” tambah Iqbal.

Yang lebih ironis, tenaga kerja asing (TKA) unskill merajalela. Disaat daya beli turun, gelombang PHK terjadi dimana-mana, TKA seperti diberi karpet merah untuk bekerja di negeri ini.

Akibatnya para pekerja Indonesia seperti tersisihkan. Lapangan pekerjaan yang semestinya bisa menyerap tenaga kerja, tidak terjadi. Tentu saja, hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi kaum buruh Indonesia.

” Pada Peringatan May Day 2018 kami akan usung Isu/tema utama yang diangkat yaitu Bangun Negara Sejahtera (Welfare State ) dan Akhiri Kerakusan Korporasi. Dengan menyuarakan 3 tuntutan (Tritura)” tambahnya

” Tuntutannya adalah Tolak Murah dan Cabut PP 78 Tahun 2015, Turunkan Harga Beras dan Tarif Harga Dasar Listrik, serta Bangun Kedaulatan Pangan dan Energi dan yang ketiga adalah Pilih Capres 2019 yang pro Buruh dan Rakyat” pungkasnya.

Apakah itu artinya buruh juga akan menyuarakan tuntutan #2019GantiPresiden ? Patut kita tunggu perkembanganya.


Comments

comments