Kaum Milenial Terancam Jadi ‘Gelandangan’ di 2020 Karena Upah Murah

Generasi Milial ( Image : Viva )

Jakarta,KSPI – Berdasarkan survei yang di lakukan oleh Rumah123 bekerjasama dengan karir.com generasi milenial yang saat ini mendominasi penduduk Indonesia, diprediksi akan sulit memiliki rumah atau terancam jadi ‘gelandangan’ dalam beberapa tahun ke depan salah satu faktor penyebabnya adalah karena rendahnya upah atau penghasilan.

Seperti di kutip dari detik.com hasil survey tersebut menyebutkan dalam 3 tahun mendatang atau 2020, hanya 5% kaum milenial (kelahiran antara 1982 – 1995) yang sanggup membeli rumah. Sisanya 95% tak memiliki tempat tinggal.

Menurut data Rumah123, kenaikan harga rumah jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan pertahunnya. Rata-rata kenaikan properti di Indonesia pertahunnya mencapai 17%.

“UMR kan enggak sampai 10%. Apalagi pertumbuhan ekonomi membaik, itu kan inflasi turun, kalau inflasi kecil berarti penghasilan juga enggak besar. Di luar Jakarta, seperti Bodetabek kita survei angkanya hampir sama,” kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.

Survei Rumah123 mengambil contoh, saat ini harga rumah berukuran 70 meter persegi di Sumarecon Bekasi sudah mencapai Rp 1,2 miliar. Sementara untuk ukuran yang sama di Tambun, Bekasi sudah mencapai Rp 600 jutaan.

“Menurut data di situs kami rumah seharga Rp 300 jutaan juga sudah hampir tidak ada. Rata-rata sudah di atas Rp 1 miliar, untuk rumah second,” imbuhnya.

Berdasarkan house price to annual income ratio atau rasio harga rumah berbanding pendapatan pertahun, harga rumah yang sebaiknya dibeli maksimal 3 kali dari penghasilan tahunan (12 kali gaji, bonus dan THR). Jika diambil contoh rumah seharga Rp 600 juta, maka generasi milenial harus memiliki penghasilan per tahun Rp 200 juta atau perbulannya Rp 16 jutaan.

Menurut survei Rumah123, hanya 4% lebih kaum generasi milenial yang memiliki gaji perbulan sebesar itu. Jadi sebenarnya pemasukan generasi milenial saat ini terbilang biasa-biasa saja.

Hal tersebut diamini oleh Herfin, salah seorang buruh yang juga anggota tim media KSPI yang berpendapat bahwa kebijakan upah murah rezim Jokowi melalui PP 78 Tahun 2015 menjadi pangkal muasal rendahnya daya beli masyarakat.

“Rendahnya daya beli masyarakat termasuk tidak mampu beli rumah ya salah satu nya karena kebijakan upah murah. Kenaikan upah yang kurang dari 10% jangankan untuk mengimbangi kenaikan properti, untuk hidup sehari-hari saja sudah berat karena pencabutan subsisid listrik, bbm, dan gas ” ujarnya

” Kalau UMK 3 juta sementara harga rumah 400 juta, berarti 133 bulan atau 10 tahun puasa tidak makan minum hanya buat ngumpulin uang buat beli rumah. Inikan tidak masuk akal.” tambahnya

Selain mulai memperbaiki gaya hidupnya, kaum milineal juga dihimbau untuk mulai mendukung perjuangan gerakan buruh dalam memperjuangakan kenaikan upah karena mereka akan terkena imbasnya juga bukan malah ikutan nyinyir.

Sumber : https://finance.detik.com/properti/3744907/95-kaum-milenial-terancam-jadi-gelandangan-di-2020


Comments

comments