IndustriALL Indonesian Council Berikan Dukungan Terhadap Perjuangan Buruh PT Smelting

Jakarta,KSPI – IndustriALL Indonesian Council Berikan Dukungan Terhadap Perjuangan Buruh PT Smelting

IndustriALL Indonesian Council akan melakukan penggalangan dukungan, baik secara nasional maupun international terkait dengan masalah ketenagakerjaan yang terjadi di PT. Smelting, Gresik, Jawa Timur. Demikian disampaikan Ketua IndustriALL Indonesian Council, Iwan Kusmawan.

Perlu diketahui, IndustriALL Indonesian Council merupakan bagian dari IndustriALL Global Union yang beranggotakan lebih dari 50 juta pekerja tersebar di kurang lebih 140 negara. Di Indonesia, ada 11 serikat pekerja yang menjadi anggota IndustriALL, yaitu: FSPMI, SPN, FSP ISI, FSP Farkes Ref, FSPKEP, FPE, FSP LOMENIK, FSP GARTEKS, FSP2KI, CEMWU, FSP KIKES

Dukungan IndustriALL Indonesian Global Union didasarkan pada sikap perusahaan PMA Jepang yang telah melakukan PHK terhadap 309 orang pekerja PT Freeport. “Mereka adalah FSPMI, yang merupakan salah satu afiliasi dari IndustriALL,” kata Iwan.

Berdasarkan laporan yang diterima IndustriAll Indonesia Council, hingga saat ini pengusaha menolak untuk melakukan negosiasi yang diajukan oleh serikat pekerja.

“Màendengar kondisi seperti ini, kami sangat menyayangkan dimana selama ini perusahaan Jepang dikenal sangat menghargai negoisasi untuk mencari penyelesaian terbaik. Tetapi kenyataannya untuk perusahaan PT.Smelting justru kebalikannya,” lanjutnya.

Karena itu, menurut Iwan, pihaknya akan meminta dukungan international dari berbagai negara melalui IndustriALL Global Union yang ada di Jenewa.

Iwan menuturkan, IndustriALL Indonesian Council juga menerima tembusan surat bahwa para pekerja sudah pernah ketemu Kementrian Ketenagakerjaan dan sudah mengirimkan surat ke Kementrian ESDM serta ombusdman.

Dalam kaitan dengan itu, IndustriALL mendesak semua pihak untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan kasus ini. “Kita akan memperjuangkan agar para pekerja dapat bekerja seperti biasa. Kami juga sangat menyayangkan kalau ada union busting termasuk adanya dugaan intimidasi dari aparat terhadap pekerja dan keluarganya,” pungkas Iwan.


Comments

comments